Apa suka dan duka kuliah di Widyatama?

Perjalan panjang pencarian perguruan tinggi untuk mengecap bangku kuliah sudah dipaparkan sebelumnya. Jika kalian belum membaca, mungkin bisa kepoin aja link iniย http://iramelyanti.blog.widyatama.ac.id/2015/06/04/kenapa-memilih-kuliah-di-widyatama/ ๐Ÿ™‚

As u know about my first story (u should read it first ;D), sekarang saya mau menceritakan apa yang saya rasakan setelah memutuskan untuk kuliah kampus hits ini. Asik bangeeeet yah masih bisa pulang tiap minggu dan masih bisa ketemu orang tua (yah walaupun sebenernya sewaktu di karawang sih selalu pulang tiap weekend) dan kuliah juga – itu adalah pemikiran pertama ketika saya kuliah di kampus ini. Untuk awal semester pertama sih saya masih semangat banget yah untuk kuliah atau PP BSD-bandung, tapi ada hal yang bikin saya sedih, khususnya ketika harga BBM naik. Kalau ada kiasan cintaku berat di ongkos, nah kalo yang saya rasakan adalah kuliahku berat di ongkos. Gilaaaa semenjak BBM naik pengeluaran jadi membengkak, terkhusus karena ongkos ini *tear*.

OK terlepas dari masalah ongkos doang nih ya yang harusnya sudah saya perhitungkan di awal, ada hal lain yang bikin sedih. Sebagai anak muda nih ya yang masih suka dengan istilah ‘malming’ jadi wajar aja kalo kuliah di hari sabtu dengan deadline tugas yang harus dikirimkan hari sabtu pukul 23.59 itu menjadi momok yang mengerikan. Selain itu kalau pertemuan tatap muka atau kuliah pengganti di hari minggu, ini rasanya seperti merenggut my quality time with my family (waaaaaaaaaaaaakkkkk *tear*). Yah lagi-lagi saya menguatkan diri saya sendiri dengan statement bahwa ini adalah konsekuensi yang harus saya ambil. Baiklah tidak apa-apa ini sudah pilihan hidup saya kemarin dan kalau niat kita baik kan pasti dibukakan jalan sama tuhan (tsaaaah holly abess). Yang paling bikin sedih kuliah disini adalah tugasnya yang masih aja banyak. Rasanya pengen bilang : pak/bu kita ini kerja juga loh, bukan cuma kuliah doang. Tapi ada dosen yang berkata : ini kan pilihan kalian, konsekuensi kalian dong kalo banyak tugas. Ah rasanya ingin menertawai diri sendiri dan mengatakan ‘makan nih kuliah’. Yah dari pada kita menghakimi atau ngomongin dosen kan ya mending ngelakuin hal konyol terhadap diri sendiri biar ga stres dan ga bikin dosa :p. Hal yang bikin lucu sekalugus ngeselin sih ya elearningnya ini. Tiap minggu ada kuis, harus ngisi forum dimana kalo kurang satu poin aja dianggap ga hadir, terus ada tugas besar segala, dan yang paling bikin BT adalah kalo misalnya dosen yang bersangkutan ada masalah ga bisa upload modul, kuis atau tugas tuh ya bakalan dirapel dah minggu depan. Mabok deh minggu depan ngerjain tugas yang bejibun. Ah pokonya sedih lah.. sedih banget malahan. Karena kuliah sambil kerja yah gini deh, harus pinter-pinter bagi waktunya.

*menghela nafas panjaaaaaaaaaang…*

Nah yang dukanya sudah saya kemukakan, sekarang giliran sukanya yah. Ya as we know ini adalah lingkungan baru dan kita ketemua dengan orang-orang baru juga. Saya bertemu dengan adik kelas yang jadi teman seangkatan (karena mereka begitu lulus langsung lanjut kuliah, sedangkan saya setahun kemudian baru lanjut). Tapi saya senang karena disini orang-orangnya lebih beragam, dari yang lebih muda sampe ada yang udah berumur bahkan berumah tangga juga. Ah pokonya beda banget sama di kampus yang dulu yang notabene adalah orang-orang yang seumuran semua.

Karena kita sama-sama merasakan dukanya bekerja sambil kuliah, jadi kita saling membantu gitu dalam mengerjakan tugas. Yah maklum aja kita kan waktunya habis di kantor dan sampe rumah udah cape jadi tenaganya dikit doang yang tersisa, jadi kita suka bagi-bagi tugas aja dalam mengerjakan tugas. Maaf karena kita anak IT jadi kita mengadopsi cara kerja TEAM WORK dalam mengerjakan tugas (gilak! please banget sadarkan kami kalau ini adalah jalan terbaik. haha). Tapi selama setiap orangnya berkontribusi dan masing-masing mengerti sih kayanya ga ada masalah yah ๐Ÿ˜‰ . Selain itu, dosen yang mengajar bukanlah dosen yang biasa-biasa saja. Mereka dosen berpengalaman dalam mengajar, ya walaupun ada beberapa yang masih baru. Tapi so far mereka baik dalam mengajar dan memberikan masukan yang positif terkait pandangan di dunia kerja gitu. Pokoknya lebih ke teknis lah ya dan memberikan masukan tempat kerja yang recomended. Lumayan aja sebagai bahan referensi.

Intinya semuanya itu ga ada yang berjalan monokrom. Dalam monokrom aja terdiri dari dua warna (putih dan hitam), apalagi hidup kan ya. Kalo flat, gitu-gitu aja, ga ada perkembangan yah mau ngarepin apa dari hidup yang seperti itu. Dengan adanya suka dan duka menjadinya perkuliahan ini berwarna. Bak pelangi yang menghiasi langit, seperti itulah harusnya kita memandang suka duka perkuliahan ini. Karena tanpa hujan tidak ada yang namanya pelangi yang indah. Kalo kita tidak meraksan dukanya kuliah ini, di akhir nanti kita tidak akan memiliki kesan atau pembelajaran hidup yang dapat kita bagikan untuk orang lain.

Setiap hal yang kita lalui, baik suka maupun duka, harus kita syukuri. Karena dibalik semuanya itu banyak hal yang dapat kita ambil menjadi sebuah pelajaran hidup. Tidak ada yang sia-sia dari apa yang kita jalani. Kalau kita sungguh-sungguh, pasti tuhan bukakan jalan yang terbaik. Karena jika seseorang menabur benih anggur akan menghasilkan buah anggur, bukan buah kedongdong. Intinya jika kita melakukan hal yang baik, pasti kita mendapatkan hal yang baik juga. Walaupun banyak duka yang bercampur suka dalam masa perkuliahan, kita harus tetap semangat dan memberikan yang terbaik hingga titik terkhir.

Ira Melyanti – Junior IT consultant yang sedang melanjutkan kuliah S1

Kenapa memilih kuliah di Widyatama?

Bingung cari referensi untuk kuliah.. mungkin kalian bisa baca sedikit pengalaman saya terkait perjalanan panjang pencarian perguruan tinggi untuk lanjut ekstensi S1.

Dua tahun yang lalu saya lulus dari salah satu perguruan negeri di Bandung dan puji tuhan saya langsung bekerja di perusahaan manufaktur jepang di kawasan industri karawang. Pada saat itu saya sudah beniat untuk melanjutkan kuliah ke jenjang sarjana, karna saya lulusan diploma jurusan teknik informatika. Saya menghubungi beberapa teman saya di kampus yang lama untuk mencari teman melanjutkan kuliah, tapi beberapa teman saya ingin melajutkan kuliah di salah satu perguruan negeri top di jakarta (you know what i mean :D).

Awalnya ketika saya lulus dari D3 saya bermaksud untuk melanjutkan di salah satu perguruan tinggi swasta di dekat tol pasteur tapi setelah mencari informasi lebih lanjut, ternyata di situ tidak ada kelas karyawan di weekend. Dikarenakan posisi saya yang sedang bekerja di karawang, jadi saya mengurungkan niat untuk kuliah di kampus tersebut. Kemudian saya berpikir kembali dan berdiskusi pada salah satu teman kuliah saya yang sama-sama memiliki niat untuk melanjutkan kuliah. Setelah berdiskusi, dia awalnya mau melanjutkan kuliah ke jenjang D4 di kampus yang lama, tapi saya memiliki pandangan berbeda dimana saya ingin melanjutkan ke jenjang S1, jadi saya tidak mengikuti niatan teman saya tersebut. Tapi selama masa pencarian kampus (berasa nyari jodoh aja sih ya nyari kampus.. haha) saya berkomunikasi sama teman saya tersebut dan mencoba mengajak dia untuk masuk kampus yang saya tuju, ya tujuannya tidak lain adalah supaya saya tidak sebatang kara di kampus yang baru.

Singkat cerita saya kepikiran untuk lanjut di salah satu perguruan negeri swasta yang terkenal dengan informatikan di bandung yang dari info yang saya dengar dari mahasiswanya adalah kampus yang pembangunannya ga beres-beres. Karena sudah 4bulan saya bekerja di karawang dan saya berpikir bahwa saya harus cepat-cepat kuliah selagi ada kemauan, jadi saya mendatangi langsung kampus tersebut untuk menanyakan informasi ekstensi untuk kelas karyawan. Informasi yang saya dapatkan adalah bahwa ekstensi kelas karyawan di weekend untuk kampus tersebut sudah ditiadakan dikarenakan mahasiswanya yang semakin tidak ada. Dari situ saya semakin hopeless. Saya bingung tidak tagu harus bagaimana. Di tengah kebingungan saya memiliki pemikiran gila dikarenakan keingin kuliah yang begitu besar saat itu. Jam kerja saya adalah dari jam 07.00-16.00, sedangkan kuliah di kampus tersebut itu pukul 18.00 atau kondisional tergantung jadwal. Dikarenakan tidak tahu harus kuliah dimana lagi (karena yang masuk kriteria saya hanya ke-2 kampus tersebut), maka saya bermaksud untuk sepulang kerja di karawang saya langsung naik travel atau bis ke bandung untuk ngejar kuliah. Hari demi hari saya benar-benar berpikir keras akan langkah apa yang harus saya ambil. Setelah cukup waras, saya rasa hal tersebut tidak cukup baik karena itu akan berdampak kurang baik untuk pekerjaan saya dan studi saya, saya tidak akan maksimal baik di pekerjaan maupun di studi. Jadi dikarenakan pertimbangan yang begitu panjang jadi saya dengan berat hati mengurungkan niat kembali untuk melanjutkan kuliah di kampus tersebut.

Saya mencari informasi di internet terkait kuliah ekstensi tersebut dan (jengjeng…..) saya mendapatkan informasi tentang kuliah dia salah satu perguruan negeri swasta bertaraf internasional yang ada di cikarang. Ya as u know saya kan kerja di karawang, jadi jarak ke cikarang itu lebih dekat dibandingkan ke bandung. Kemudian saya mencari info lebih jauh terkait kuliah di kampus tersebut. Tapi dari info yang saya dapat ada satu hal yang membuat saya mengurungkan niat saya lagi, ini bukan karena waktu kuliahnya atau tidak adanya kelas karyawan. Saya bisa menerima konsekuensi untuk bolak-balik karawang-cikarang untuk kuliah di kampus bergengsi tersebut tapi tidak untuk satu hal ini. Saya bermaksud kuliah dengan biaya sendiri karena saya merasa bahwa sudah cukup merepotkan orang tua dengan biaya pendidikan saya selama ini. Tapi dikarenakan harga yang tidak ramah kantong jadi saya lagi-lagi harus mengurungkan niat saya tersebut untuk kuliah di kampus yang bertaraf internasional tersebut. Jujur ini sangat melelahkan mencari kampus yang benar-benar cocok menurut perhitungan saya, baik dari segi akademik, fleksibelitas waktu kuliah dan biaya pendidikan.

Well… karena saya merasa selalu gagal (bak orang pacaran), akhirnya saya vakum sejenak dari mencari informasi kuliah dan saya fokus untuk mencari kerja di tempat lain (loh?). Saya ingin bekerja di tempat yang dapat membuat ilmu yang saya dapat di bangku kuliah lebih berkembang. Singkat cerita saya mendapat pekerjaan di bidang IT (fyi, di karawang saya bekerja bukan di bidang IT, tapi PPIC yang notabene adalah ranah anak TI atau teknik industri) di salah satu perusahaan telekomunikasi ternama di indonesia (yes.. u know it so well!). Dikarenakan penempatan di BSD dan membuat jarak dari bandung semakin jauh, jadi saya berpikir untuk kuliah di daerah jakarta saja. Setelah mencari info (kembali) akhirnya saya mendapatkan beberapa kampus yang recomended untuk dituju (berasa tempat wisata atau semacamnya). Ada perguruan negeri swasta di daerah tangerang dimana terkenal tempat Agnes Monica dulu sekolah gitu (masa sih kampus hits ini ga tau), juga ada perguruan tinggi swasta di daerah jakarta sana yang juga terkenal denga jurusan IT sebagai jurusan terbaik. Yah pokonya pilihannya semakin beraneka macam lah ya. Kemudian saya berdiskusi sama orang tua saya (maklum saya diajarkan untuk salalu terbuka tentang apapun itu.. ya termasuk soal pemilihan kampus daaaaaan teman hidup juga sih). Tapi ada satu hal yang membuat saya lagi-lagi-lagi-lagi-dan lagi haus mengurungkan niat untuk kuliah di salah satu kampus yang saya ajukan. Kalau yang sebelumnya saya gagal untuk kuliah di kampus tersebut karena waktu kuliah yang bukan weekend atau biaya pendidikan yang tidak ramah kantong, kalau sekarang ini alasannya agak aneh sih tapi untuk saya ini such a sweat thing.. yaitu karena kalau saya kuliah di jakarta maka saya akan jarang pulang ke bandung dan akan jarang juga bertemu orang tua dan itu membuat orang tua saya sedih (uuuuuuuu manis banget ga sih.. i love u mom! dad! :* ). Karena hal tersebut jadi saya langsung memutuskan bagaimanapun saya kuliah di bandung.

Mungkin ini balasan dari tuhan kalau kita ngikutin kata orang tua kali ya, ga lama dari itu saya mendapatkan informasi yang benar-benar memenuhi kriteria saya. Saya mendapatkan informasi terkait salah satu perguruan tinggi swasta di bandung yang katanya sih hits gitu. Saya sih ga peduli mau hits kek mau hits banget kek atau hits kebangetan sih ga peduli yah.. yang saya pedulikan adalah akreditasi untuk jurusan IT itu minimal A (yakali hari gini mau nyari dimana ya di bandung selain di kampus saya dulu atau di kampus cap gajah duduk), akhirnya saya menurunkan standarnya menjadi akreditasi B dan kampus ini memenuhi. Saya juga mencari kampus yang kuliahnya weekend dan untuk kedua kalinya kampus ini memenuhi kriteria saya. Yang ketiga adalah kampus ini menawarkan biaya pendidikan yang tidak murah dan tidak terlalu mahal juga (exclude ongkos pp BSD-bandung loh ya) tapi kalo ditambah ongkos sih jadi mahal (berikan bantuan transport dong bpk/ibu rektor.. hahaha siapa gw). Dan yang paling terpenting adalah ini di bandung yang membuat saya bisa kuliah dan bisa bertemu orang tua saya disini ๐Ÿ˜€ dan pilihan saya jatuh pada WIDYATAMA!!!!

Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa ga sekalian aja cari kerja di bandung. Yah itu sih udah diusahakan tapi untuk perusahaan yang saya memiliki kriteria tersendiri dalam memilih kantor diaman saya bekerja dan di bandung menurut saya hanya ada satu perusahaan yang inginkan tapi kerena jenjang pendidikan saya yang D3 jadi saya tidak memenuhi requirement-nya. Mungkin setelah saya lulus kuliah dan ikatan dinas saya berakhir di perusahaan yang sekarang ini, mungkin saya akan merenanakan pindah ke tempat tersebut jika memang saya memenuhi requirement-nya.. mungkin loh ya mungkin.. dan kalau diterima di kantor tersebut loh ya.. but i hope i can work in Bandung, especially at that company.

Ya.. sedikit cerita basa basi saya soal perjalanan panjang mencari tempat kuliah yang udah berasa nyari jodh aja. Kalo kalian mau kuliah lebih baik pertimbangkan baik-baik faktor pendukung dari perkuliahan tersebut. Buat deklarasi variabel yang jelas sebagai parameter pemilihan kampus. Setelah itu buat method yang bakalan kalian eksekusi menjadi alur proses yang seharusnya, sehingga di akhirnya memberikan output yang sesuai dengan ekspektasi kalian. Tidak ada proses yang tidak memiliki input dan output. Semua proses menghasilkan output. Outputnya baik atau tidak itu sesuai bisnis proses yang dibuat oleh kita. Jika ingin output yang baik, dimana sesuai dengan ekspektasi kita, maka rancanglah bisnis proses yang baik.

Ira Melyanti – Junior IT consultant yang sedang melanjutkan kuliah S1